Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

2017: Tahun Penipuan Haji dan Umroh

Posted by On 3:06 PM

2017: Tahun Penipuan Haji dan Umroh

2017: Tahun Penipuan Haji dan Umroh - image umroh.travel-640x480 on https://www.cakrawala.co

Oleh Syaefurrahman Al-Banjary

Selama tahun 2017 dunia peribadatan utamanya haji dan umroh menunjukkan peningkatan minat yang cukup tajam. Ini ditunjukkan dengan ghirah masyarakat melakukan ibadah ini dengan rela antri bertahun-tahun.

Untuk ibadah haji kuotanya saat ini meningkat dari 168 ribu tahun lalu menjadi 211 ribu orang. Ada tambahan 10 ribu jamaah atas lobi Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman. Kuota haji Indonesia tahun 2017 sebanyak 211 ribu. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara pengirim jemaah haji terbanyak di dunia. Bahkan jika mau, Indonesia bisa bertambah 300 ribu kuotanya dengan cara melobi negara-negara Afrika yang tergabung dalam OKI (O rganisasi Konferensi Islam).

Sementara jumlah ummat islam yang melakukan umroh sebanyak 699,6 ribu pertahun, urutan ketiga terbanyak di dunia setelah Turki 1,3 juta dan Pakistan 991,3 ribu. Jumlah ini dilayani oleh sedikitnya 79 biro umroh dan haji di seluruh Indonesia (sumber Kemenag dan kata data 2017).

Ini semua adalah kabar baik yang menunjukkan setidaknya dua hal. Pertama tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat karena mampu membiayai perjalanan haji dan umroh yang biayanya rata-rata di atas Rp25 juta (umroh) dan Rp35 juta (haji). Kedua menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengamalan agama, khususnya bagi yang muslim.

Kabar buruknya adalah peluang ini dimanfaatkan oleh para pebisnis perjalanan (travel) dengan melakukan berbagai cara agar dapat menarik peserta. Jual beli kursi terjadi di mana-mana. Daripada antri haji 5 hingga 40 tahun mendingmelakukan umroh daripada kelewat umur dan fisiknya makin lemah.

Baca Juga Pertamina Pasarkan LPG Brightgas Melalui 238 BUMDes di Gresik

Bayangkan di Kabupaten Sidenreng Rappang atau sering disebut Sidrap merupakan daerah dengan daftar tunggu haji paling lama di Indonesia. Masyarakat dari kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan ini harus menunggu hingga 40 tahun jika ingin menunaikan ibadah haji. Dengan daftar antrean 8.198 jemaah, para calon haji di Kabupaten Sidrap ada yang baru bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini pada 2056. Luar biasa!

Jelaslah bahwa umroh adalah jalan keluar mengatasi daftar tunggu yang kian lama. Maka makin menjamur saja biro umroh dan haji dengan beragam iming-iming. Mulai dari cara biasa/konvensional dengan beragam bonus dan biaya murah hingga cara multi level marketing.

Buntutnya sudah dapat diduga, hanya mereka yang membayar di awal saja yang bisa berangkat. Yang berikutnya adalah menjadi korban karena sistem manajemennya buruk, sehingga masuk ke kepolisian sebagai perkara penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang.

First Travel dan Hannien

Tahun 2017 saya sebut sebagai tahun penipuan haji dan umroh, karena jumlah korban yang terungkap sangat spektakuler dan belum pernah ada sebelumnya sebesar saat ini. Dua kasus yang sangat menonjol dan menjadi isu nasional adalah terbongkarnya kasus penipuan umroh yang dilakukan oleh Biro Perjalanan PT First Travel Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang kantornya di Cimanggis, Depok. Biro perjalanan ini juga memiliki 13 cabang dan salah satunya berkantor di gedung megah di Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Baca Juga Di Pilbup Tegal, Hanura Dukung Petahana

Menurut catatan Kepolisian, biro umroh ini mampu merekrut 70 ribu orang lebih dengan ongkos umroh 14,5 juta. Hanya 35 ribu orang yang bisa diberagkatkan umroh, sisanya 35 ribu orang tertahan karena biayanya diputar untuk bisnis lain. Belakangan data berubah, menjadi 58 ribu orang yang belum diberangkatkan dan kerugian mencapai 848 miliar.

Polisi menetapkan pemilik Firs Travel Andika Surachman dan isterinya Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka. Selain masalah pidana, kasus ini juga masuk wilayah perdata dan ada sidang pailit.

2017: Tahun Penipuan Haji dan Umroh - image  on https://www.cakrawala.coAndika Surachman, salah satu tersangka (foto: rilis.id).

Kasus berikutnya menimpa PT Utsmaniah Hannien Tour dengan korban mencapai 1800 orang, yang tersebar di 10 kota, antara lain Surabaya, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta Timur, Cibinong, Jawa Barat, Makassar, Pekanbaru dan Riau.

Jumlah kerugian saat ini berjumlah 37,8 milyar rupiah. Modus yang digunakan biro umrah dan haji PT Utsmaniyah Hannien Tour adalah dengan menawarkan umroh murah dengan strategi pemasaran tertentu sehingga Hannien Tour bisa menarik minat masyarakat. Mungkin awalnya tidak ada niat menip u, tapi karena kelalaiannya sehingga merugikan orang lain, sehingga masuk pasal penipuan.

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Farid Rosyidin (45). Dia adalah pimpinan utama biro umrah dan haji PT Ustmaniyah Hannien Tour. Tersangka lainnya adalah Avianto Boedhy Satya (50) jabatan bendahara. Kasus ini ditangani Polresta Surakarta Jawa Tengah.

Kedua tersangka dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

2017: Tahun Penipuan Haji dan Umroh - image  on https://www.cakrawala.coKantor PT Hannien Tour (foto: Beritasatu.com).

Pelajaran berharga

Kedua kasus yang sangat menonjol di tahun 2017 ini setidaknya memberikan pesan faktual kepada orang-orang yang berfikir bahwa biaya umroh murah atau ha ji mudah meski harganya lebih mahal, belum tentu menjamin keberangkatan. Berapa banyak orang tertipu karena terbuai iming-iming haji dan umroh, yang saat ini bukan hanya urusan ibadah tetapi juga bisnis wisata.

Jadi meski Pemerintah selama tahun 2015 hingga 2017 telah mencabut 24 biro perjalanan haji dan umroh, ke depan tetaplah waspada. Banyak modus dipakai agar masyarakat tergiur menjadi peserta hingga akhirnya menjadi korban.

Para korban umumnya tidak banyak menuntut dan menganggap ini semua adalah taqdir. Kepasrahan ini saya kira perlu ditinjau kembali. Justru kepasrahan ini menjadi peluang penjahat berkedok biro travel haji dan umroh untuk terus mencari mangsanya.

Semoga saja di tahun 2018, orang-orang berakal tidak akan terjatuh ke lubang yang sama, kecuali keledai. Wallahu aĆ¢€™lam.****

Syaefurrahman Al-Banjary

Tulisan ini diambil dari UC news: http://tz.ucweb.com/1_2oykI

Bagaimana menurut Anda ?

komentar

Sumber: Google News | Liputan 24 Surakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »