Warga Jepara Ini Manfaatkan Limbah kerang Jadi Hiasan Rumah | Liputan 24 Jawa Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Warga Jepara Ini Manfaatkan Limbah kerang Jadi Hiasan Rumah

Posted by On 4:31 AM

Warga Jepara Ini Manfaatkan Limbah kerang Jadi Hiasan Rumah

Rabu 06 Desember 2017, 17:30 WIB Warga Jepara Ini Manfaatkan Limbah kerang Jadi Hiasan Rumah Wikha Setiawan - detikNews Warga Jepara Ini Manfaatkan Limbah kerang Jadi Hiasan RumahFoto: Wikha Setiawan/detikcom Jepara - Limbah laut seperti kerang ternyata dapat diolah menjadi hiasan unik dan indah. Kerang laut tersebut dibuat menjadi hiasan seperti kap lampu, bingkai cermin ataupun interior rumah lainnya.
Hiasan dari bahan kerang ini banyak diproduksi di daerah Cirebon Jawa Barat dan Situbondo Jawa Timur. Di Kabupaten Jepara, juga ada warga yang memproduksi hiasan kerang yang tak kalah kualitasnya dari dua daerah tersebut.
Gupomo (43) warga Desa Welahan RT 2 RW 4 Kabupaten Jepara salah satunya. Sejak 2007 silam, Gupomo mulai merintis usaha kerajinan kerang ini setelah banyak belajar di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.
Dari ide kreatifnya, lahirlah pernak-pernik berbahan baku kerang seperti bingkai cermin, bingkai foto, lampu hias dan lainnya.
Bahkan, kerajinan kerang ini ia padukan dengan mebel yang ada di Jepara. Satu set kursi tamu dibalut dengan kerang.
"Saya pernah belajar di Cirebon bagaimana cara membuat kerajinan dari kerang. Setelah itu saya buka sendiri di rumah sejak 2007 lalu," ujarnya saat detikcom di rumahnya, Rabu (6/12/2017)
Saat itu, peralatan yang ia miliki sangat sederhana yakni alat pemotong kerang, alat tempel dan bahan baku fiber. Ia terus berupaya mengembangkan usaha ini dengan serius dengan banyak belajar mengenai berbagai produk kerajinan yang diminati di pasaran.
"Saya ikut pameran-pameran di beberapa daerah. Di Jakarta 2009 pernah menjadi juara satu kategori mebel, Di Magelang juara dua stand terbaik dan di PRPP Semarang juga juara dua stand terbaik di tahun berikutnya," lanjutnya.
Dari pameran-pameran itu lanjut dia, kerajinan kerangnya semakin dikenal sehingga mendapat cukup banyak order. Namun, diakuinya produk kerjinannya belum mampu menembus pasar internasional.
"Sering mendapat respon dari luar negeri tapi gagal, karena buyers tidak yakin kalau itu produksi dari sini. Ya, karena setelah dilakukan survei memang tempat dan peralatan yang saya miliki sangat sederhana, akhirnya tidak jadi," ungkap dia.
Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Jepara juga mendukung secara positif dengan mendapat bantuan alat pencuci kerang. Selain itu, kerap diikutkan dalam pameran-pameran.
Meski demikian, produksi kerajinan yang juga disebut simping art ini tidak selalu mendapat permintaan. Sebab, jaringan pemasarannya masih jauh tertinggal dengan Cirebon dan Situbondo.
"Kenda lanya memang di pemasaran. Untuk saat ini, saya berproduksi khusus untuk pemesanan. Biasanya datang dari hotel, rumah makan, dan orang rumahan. Dulu, memang saya titipkan di sejumlah showroom mebel di berbagai daerah terutama di Jepara, tapi tidak banyak respon," tuturnya.

Berbagai produk kerajinan dari kerangBerbagai produk kerajinan dari kerang Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Dikatakannya, untuk membuat kerajinan kerang ini tidaklah sulit. Hanya memerlukan pola dasar yang dibuat dari fiber, lalu tempel kerang yang sudah dipotong atau dirapikan. Sedangkan bahan baku didapat dari Demak dan Jepara sendiri.
"Lalu tinggal pewarnaan. Semua orang bisa kalau mau belajar. Dan tidak lama," ucapnya.
Sementara, harga kerajinan kerang Gupomo sangat terjangkau. Lampu hias hanya dipatok sekitaran Rp 150 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung ukuran dan motifnya.
"Paling banyak memang lampu hias. Tapi saya juga produksi pigura dan hiasan ruangan lainnya," pungkas dia.
(bgs/bgs)Sumber: Google News | Liputan 24 Jepara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »