Sukarelawan 'Pita Merah' Sosialisasikan Pemeriksaan VCT | Liputan 24 Jawa Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sukarelawan 'Pita Merah' Sosialisasikan Pemeriksaan VCT

Posted by On 4:07 AM

Sukarelawan 'Pita Merah' Sosialisasikan Pemeriksaan VCT

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Peringatan Hari Aids Sedunia disemarakkan senam massal dan pemeriksaan Voluntary Conseling and Testing (VCT) gratis di Waduk Gondang, Kecamatan Kerjo, Selasa (5/12/2017). Sosialisasi dan deteksi dini orang dengan HIV Aids (Odha) sengaja memimih lokasi di perbatasan antarkabupaten itu.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo kepada wartawan mengatakan tes VCT mutlak dilakoni para kalangan rentan terjangkit virus mematikan itu. Jangan sampai pengidap menularkannya lagi secara sengaja maupun tidak sengaja ke orang lain. Bukan tanpa alasan pemeriksaan VCT dan sosialisasi HIV/Aids dilaksanakan di lokasi tersebut. Satu diantaranya, Satpol PP sering mengamankan pelaku praktik asusila di prostitusi terselubung wilayah perbatasan antarkabupaten.

“Test itu sebenarnya menyasar semua kalangan. Jika hasilnya negatif maka dipertahankan jangan mendekati perbuatan rawa n penularan HIV-Aids. Jika positif, maka dijaga kesehatannya dengan minum Antiretroviral (ARV) untuk memperlambat penyebaran virus di tubuh,” kata Rohadi Widodo.

Ia mengatakan virus itu menyerang maka sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan pengidap mengalami kondisi kesehatan terburuk. Bukan hanya penderita dari kalangan berperilaku seksual menyimpang, namun juga anak-anak hingga bayi.

“Di Karanganyar terdapat anak umur 14 tahun yang sudah terkena AIDS, kemungkinan sudah terkena dari umur 8 tahun. Adapula penularan dari tiga orang yang masih satu garis keturunan,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Wabup mengingatkan masyarakat agar jangan mengucilkan pengidap akibat stigma negatif. Masih banyak orang berpendapat penyakit itu hukuman Tuhan bagi pezina.

“Penyebarannya bisa dari jarum suntik dan transfusi darah tercemar virus HIV dan air susu ibu pengidap penyakit itu. Hanya salaman atau berpelukan tentunya tidak berbahaya,” katanya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, Djatmiko, mengatakan butuh penyebarluasan informasi bahaya HIV/Aids bagi masyarakat pedesaan. Ia mengajak seluruh simpul masyarakat menjadi agen penyebarluasan informasi. Di lokasi, mereka mengenakan pita merah di lengan baju sebagai tanda gerakan mendunia itu.

“Kita ingin meningkatkan dan kepedulian generasi muda terhadap HIV AIDS sebagai cara mengakhiri penyakit itu pada tahun 2030,” kata Djatmiko. (Lim)

Sumber: Google News | Liputan 24 Karanganyar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »