Sisa Kuota 749Ribu Gas | Liputan 24 Jawa Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sisa Kuota 749Ribu Gas

Posted by On 4:02 AM

Sisa Kuota 749Ribu Gas

Post Views: 73 Cek Gas 3Kg

GAS ELPIJI â€" Sisa kuota gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pekalongan tinggal 749.940 tabung.
MUHAMMAD HADIYAN

Akibat Tak Sesuai Peruntukkan

Akibat pemanfaatan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang tidak sesuai peruntukkannya, membuat stok gas di Bulan Desember 2017 ini menipis. Berdasarkan data yang didapat, sisa kuota pasokan gas tabung hijau atau gas melon di Kabupaten Pekalongan tinggal 749.940 tabung.

Selama sebelas bulan di tahun 2017 ini, penggunaan gas elpiji 3 kg di Kota Santri sudah mencapai 8.942.060 tabung. Padahal, asumsi kebutuhan masyarakat selama setahun terhadap gas melon ini hanya 7.231.104 tabung.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Pekalongan, Riyantini mengatakan, kuota gas elpiji bersubsidi bobot 3 kg untuk Kabupaten Pekalongan totalnya 9.692.900 tabung. Namun hingga November kemarin, penyalurannya sudah 8.942.060 tabung. Sehingga sisanya di Bulan Desember ini hanya 749.940 tabung.

Ia menjelaskan, asumsi pemakaian gas bersubsidi ini digambarkan, jika 1 tabung untuk 1 minggu, maka kebutuhan selama 1 tahun yakni 53.448 tabung x 4 minggu x 12 bulan. Sehingga totalnya mencapai 2.565.504 tabung.

“Untuk UMKM kita berjumlah 45.000, asumsi yang mikro sebesar 96 persen dan yang menggunakan elpiji 3 kg 90 persen (karena usaha mikro jenisnya beragam). Asumsi pemakaiannya 10 tabung per bulan,” papar Riyantini.

Jadi, asumsi kebutuhannya UMKM terhadap elpiji bersubsidi adalah 45.000 UMKM x 0.96 x 0.9 x 10 tabung x 12 bulan, sehingga totalnya 4.665.600 tabung. Maka total keseluruhan kebutuhan elpiji 3 kg di Kabupaten Pekalongan dalam 1 tahun adalah 7.231.104 tabung.

“Sedangkan kuota Kabupaten Pekalongan di tahun 2017 seba nyak 9.692.900 tabung. Tapi Penyaluran sampai dengan Bulan November sudah 8.942.060 tabung. Sisa untuk Desember ini hanya 749.940 tabung,” ungkapnya.

Dikatakan, pada bulan November ada tambahan OP sebesar 2.160 tabung, dan disalurkan pada 29-30 November di Kecamatan Kajen, Karanganyar, Wonokerto, Kedungwuni, Doro dan Paninggaran.

“Seharusnya sangat mencukupi untuk kebutuhan kelompok sasaran. Artinya permasalahan kelangkaan ini ada pada sasaran penerima manfaat yang tidak tepat,” tandas Riyantini.

Sementara, terkait gas melon yang masih saja langka di pasaran Kabupaten Pekalongan, informasi yang didapat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi ( Hiswana Migas) kabupaten setempat, kelangkaan tersebut justru terjadi di wilayah-wilayah padat industri. Seperti Kecamatan Kedungwuni, Bojong, Buaran, Wiradesa dan Wonopringgo. Di beberapa kecamatan tersebut, gas tabung hijau susah didapatkan warga karena langka di pasaran.

Bupati Pekalogan Asip Kholb ihi pun mengakui adanya kelangkaan gas bersubsidi yang sebenarnya diperuntukkan untuk warga miskin itu. Asip mengungkapkan berdasarkan laporan dari Hiswana Migas, bahwa ternyata ada indikasi kurang tepat sasaran dalam penggunaan gas untuk rakyat miskin di Kabupaten Pekalongan. Padahal, lanjut dia, menurut data yang disampaikan dari Hiswana Migas, mustinya kuota elpiji di Kabupaten Pekalongan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ada indikasi penggunaan gas elpiji kurang tepat sasaran. Mereka yang bergerak di bidang usaha restoran, jeans, batik dan orang-orang kaya dan mampu, menggunakan gas 3 kg ini. Sehingga membuat kelangkaan dipasaran. Padahal mereka tidak dipebolehkan mengunakan gas bersubsidi,” terang Asip, kemarin.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemkab mengambil upaya untuk mengatasinya melalui koodinasi intensif dengan pihak Pertamina Tegal untuk segera menambah pasokan gas elpiji 3 kg tersebut.
Pihaknya juga akan melakukan upaya pemecahan lain mel alui operasi untuk mencari dan mengecek sumber kelangkaan gas, agar dapat diambil keputusan yang tepat.

“Kita juga akan memberikan sosialisasi kepangkalan untuk tidak menjual gas bersubsidi 3 kg ini kepada mereka yang tidak berhak. Karena ini sebuah pelanggaran,” tegas bupati. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Sumber: Google News | Liputan 24 Kajen

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »