Guru SMA, Profesi Tak Disangka | Liputan 24 Jawa Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Guru SMA, Profesi Tak Disangka

Posted by On 5:06 PM

Guru SMA, Profesi Tak Disangka

Post Views: 66 Lilis Mujiayati SP MSi, Waka Kurikulum SMAN 1 Sragi

Lilis Mujiayati SP MSi, Waka Kurikulum SMAN 1 Sragi

PEREMPUAN asal Tirto ini tak menyangka, jika guru menjadi jalan hidup hingga saat ini. Lilis muda, merupakan lulusan Sarjana Pertanian salah satu Universitas di Jember, Jawa Timur.

“Banyak profesi yang sudah saya coba, mulai dari kerja di pertanian, jadi guru SMP, guru TK, hingga pernah saya jadi kepala TK,” terang Lilis, kepada Radar Pekalongan.

Diceritakan, setelah lulus dari pendidikan jurusan pertanian, ia mendapat tawaran menjadi guru di MAN Ribatul Muta’alimin Kajen, hingga akhirnya ia menerima tawaran tersebut.

Meski tak memiliki basic dalam bidang mengajar, ia tak berputus asa. Beberapa sekolah di Kabupat en Pekalongan pernah ia jajaki, diantaranya SMA PGRI Kajen, SMPN 4 Kajen, hingga salah satu TK di Kecamatan Kajen juga tak luput dari pengajarannya.

Setelah merasa bahwa bidang pendidikan merupakan jalan hidup yang akan ia tempuh, Lilis mengambil pendidikan akta 4 atau pendidikan profesi mengajar di STAIN Pekalongan tahun 2001. “Saat itu saya jadi tahun pertama, dan karena ada beberapa pelarangan akhirnya pendidikan akta 4 di STAIN ditiadakan untuk angkatan dibawah saya,” ujar dia.

Hingga akhirnya ketika ada pengangkatan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2005, ia berhasil lolos dan dapat diangkat mejadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. “Kemudian saya ditugaskan disini, jadi guru Biologi di SMA Sragi,” jelasnya.

Sosok yang sangat percaya akan pentingnya pendidikan tersebut akhirnya melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister dengan program beasiswa pada tahun 2011 di Universitas J enderal Soedirman, Purwokerto. “S2 saya ambil jurusan Biologi Murni, dan alhamdulillah bisa selesai selama 3 tahun pendidikan,” tandasnya. (mg5)

Penulis: Eka Isditya | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Sumber: Google News | Liputan 24 Pekalongan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »