Cantrang Distop, 53.660 Orang di Kota Tegal Terancam Nganggur | Liputan 24 Jawa Tengah
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Cantrang Distop, 53.660 Orang di Kota Tegal Terancam Nganggur

Posted by On 7:04 AM

Cantrang Distop, 53.660 Orang di Kota Tegal Terancam Nganggur

Lokal Kamis, 28 Desember 2017 Share this on: Cantrang Distop, 53.660 Orang di Kota Tegal Terancam Nganggur

BERSANDAR รข€" Sejumlah kapal nelayan tradisional di Kota Tegal memilih tak melaut, karena cuaca ekstrem. (riswanto for radartegal.com)

TEGAL - Tak hanya nelayan, puluhan ribu pelaku usaha perikanan di Kota Tegal terancam menjadi pengangguran. Itu terjadi jika Pemerintah tetap memberlakukan pelarangan alat tangkap cantrang di 2018 mendatang.

Bendahara Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tegal Riswanto mengatakan jumlah kapal cantrang di kota tegal dari data Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari hingga bulan Juni 2017 jumlahnya mencapai 600 kapal. Dari jumlah tersebut ada sekitar 12.000 orang yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) nya.

"Sehingga mereka berpotensi besar menjadi pengangguran terbuka serta ada 36.000 orang KK dan anggota keluarga nelayan terancam kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya,"katanya.

Riswanto mengungkapkan jika setiap kapal cantrang di menyerap tenaga kerja sebagai ABK sampai 20 orang, maka mereka yang akan terkena dampak langsung dari pelarangan penggunaan akan cukup banyak. Belum lagi kalau ditambahkan dari masing masing ABK kapal menanggung 4 (empat) anggota keluarganya (dua anak dan satu istri)

"Berarti kalau kita kalikan saja ada 48.000 orang yg menggantungkan hidup serta mata pencahariannya pada hasil tangkapan alat penangkap ikan cantrang,"paparnya.

Selain nelayan, kata Riswanto, pelaku usaha perikanan lainnya juga akan terkena dampaknya. Di antaranya, 11 unit pengolahan ikan Fillet yang menyerap tenaga kerja 550 orang, mayoritas adalan ibu ibu nelayan yg ditinggal suaminya selama melaut, 12 unit cold storage yang menyerap tenaga kerja sampai 180 orang buruh.

"Kemudian tenaga penarik gerobak ikan yg menyer ap tenaga kerja sampai 102 orang, dan tenaga penarik becak ikan yang menyerap tenaga kerja sampai 32 orang. Jadi setidaknya ada 864 orang buruh yang mata pencaharian sehari harinya sangat bergantung dari hasil tangkapan ikan jenis alat penangkap ikan cantrang ini," paparnya.

Belum lagi, jelas Riswanto, jika tambah dengan anggota keluarganya. Maka masih ada 3.456 orang anggota keluarga mereka terancam kehilangan pekerjaanya. (muj)

Sumber: Google News | Liputan 24 Tegal

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »